Mengenal Infrastruktur Fisik dan Sosial

Bila menilik dari artian sebenarnya, maka dewasa ini, pembangunan telah mengalami perluasan makna. Mengesampingkan itu, pembangunan dalam infrastruktur baik fisik maupun sosial masihlah menjadi pokok pemikiran yang diprioritaskan di Indonesia.

Hal ini tertera di dalam Peraturan Presiden tentang RPJMN 2015 – 2019, di mana pemerintah akan menyorot pembangunan nasional sebagai prioritas utama agar nantinya Indonesia mencapai ketersediaan energi, cukupnya bahan pangan, serta kemampuan dalam mengelola sumber daya kelautan serta maritim.

Dengan dibangunnya setiap sektor di Indonesia, pemerintah memiliki andil dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM). Ini merupakan salah satu tujuan pemerintah tentang infrastruktur sosial.

Di zaman di mana individu bersaing kian ketat, Indonesia tentunya memerlukan setiap penduduknya agar lebih baik dan sigap lagi. Dan dalam membangun Indonesia, guna mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang produktif, berkualitas, dan memiliki daya saing. Tujuannya yakni untuk meningkatkan pembangunan di berbagai sektor lainnya seperti pendidikan, jaminan sosial, dan kesehatan.

Dalam usaha merealisasikannya, maka peran serta masyarakat menjadi faktor penentu utama. Masyarakat dengan berbagai latar belakang budaya serta sosial dianggap menjadi potensi yang akan senantiasa mampu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Hanya saja, tak cukup hanya dengan mengelola potensi yang ada di masyarakat dalam membangun infrastruktur sosial. Guna melengkapinya, diperlukan juga aspek kemasyarakatan dan di dalamnya harus mengikutsertakan tiga aspek berikut: Kepemimpinan, Pengorganisasian, serta Kontribusi. Berikut informasi lebih lengkap mengenai tiga aspek tersebut:

  • Aspek Kepemimpinan; selain memerlukan adanya kepemimpinan, dalam aspek ini juga memerlukan adanya bagian perencanaan dan pelaksanaan, kerjasama, peran, komitmen dan kebijakan yang mana mempunyai pengaruh besar dalam menjalankan proses infrastruktur di sektor ini.
  • Aspek Pengorganisasian; selain mengenalkan tentang organisasi, aspek ini tentunya mengikutsertakan struktur di dalamnya, anggota, peran, tugas, serta tanggung jawab, yang mana semuanya memiliki fungsi dalam memastikan proses tersebut berjalan atau tidak.
  • Lalu dalam aspek kontribusi; ini merupakan aspek yang sangat kompleks sebab bergantung pada situasi serta kondisi sosio-ekonomi dan juga kultur atau budaya masyarakat setempat.

Masyarakat yang berada di tempat utama dan langsung terlibat di dalam pembangunan telah diikutsertakan semenjak perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhirnya yakni pemanfaatan. Peran serta masyarakat terhitung sangat penting sebab dalam pembangunan infrastruktur di sektor ini akan terjadi komunikasi dua arah agar dapat meningkatkan kepekaan pemerintah dengan mendapatkan masukan serta saran yang membangun; baik dari warga negara maupun masyarakat yang ditargetkan atau memiliki kepentingan.

Dengan begitu banyak potensi yang tersedia, baik dari sumber daya alam maupun manusia di wilayah masing-masing, maka peluang untuk memulai perubahan dapat dimulai dengan perencanaan kegiatan dalam skala kecil yang terukur.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*